Menyusun Prioritas Kerja

Hi, semoga sehat selalu ya.

Edisi kali ini saya mau bahas cara mengatur prioritas kerja. Cara kantor dan karyawan merespon WFH kan beda-beda. Ada yang jadinya seakan-akan cuti bersama. Ada yang jadinya lebih santai kerjanya. Ada yang malah jadi makin lama jam kerjanya karena seolah-olah tidak ada batas jam pulang.

Kebetulan saya masuk di kategori terakhir. Saya pun harus mencari cara supaya tetap bisa waras dengan load kerjaan yang makin tinggi. Kadang masuk kantor jam 9 pagi pulang jam 6 sore tidak berlaku lagi. Selama terlihat online, disana ada kerjaan baru.

Pentingnya mencatat

Saya sangat tergantung dengan notes baik itu digital maupun fisik saat kerja. Saya ingat dulu saat kuliah saya tidak pernah mencatat haha. Rasanya sok pinter semuanya pasti nempel di otak. Eh pas ujian harus baca buku cetak dari awal.

Tapi saat kerja tiba-tiba ngerasa cepet pikun nih. Masa umur 20an udah pikun. Ternyata informasi yang overload membuat otak saya tidak bisa efisien mengingat informasi. Saya ditegor bos deh: “William, kamu kayaknya harus nyatet deh lain kali.”

Tegorannya masih baik-baik dan untung saya dengerin. Tapi setelah saya terbiasa mencatat, ternyata jadi bisa lebih efisien kerja. Beban otak yang sebelumnya dipakai untuk mengingat digunakan untuk memproses informasi.

Menyusun Prioritas

Kalau udah dicatet, masalah lain muncul. Kerjaan kebanyakan. Saya sering bingung mau ngerjain yang mana dulu. Jadi kita butuh memprioritaskan mana yang harus didahulukan.

Di edisi sebelumnya, saya membahas tentang McFarlan Peppard Quadrant, namun kali ini saya mau bahas framework yang mungkin lebih sering didengar yaitu The Eisenhower Matrix.

The Eisenhower Matrix membantu Anda membagi pekerjaan menjadi 2 aspek yaitu: Penting atau gak penting, dan urgent atau gak urgent. Urgent artinya butuh secepatnya.

  • Kalau kerjaan penting dan urgent, kerjain sekarang!

  • Kalau kerjaan penting tetapi tidak urgent, jadwalkan waktu untuk kerjain.

  • Kalau kerjaan tidak penting tapi urgent, coba cari yang bisa bantuin.

  • Kalau kerjaan udah gak penting, gak urgent juga, besok-besok aja deh kerjainnya.

Dengan begini tipe kerjaan Anda akan terbebas dari yang namanya numpuk. Anda bisa memprioritaskan mana kerjaan yang butuh diselesaikan duluan dan mana yang perlu dipikir duluan.

Pembagian kerja ini penting sekali. Saya sendiri bisa menghabiskan setengah-satu jam untuk membuat prioritas supaya kerjaan saya lebih efisien. Kalau enggak ya jadi kerja sibuk, tapi gak produktif.

Edisi kali ini adalah versi singkat dari workshop perdana Asosca. Pengen tau tehnik-tehnik lain untuk mengatur prioritas kerja? Terutama di era kerja via laptop doang? Saya akan share di workshop “Lebih Produktif dengan GTD!” minggu ini. Pendaftaran akan ditutup hari jumat! Slot terbatas! Klik disini untuk daftar.


OK, segitu dulu sharing kali ini.

Sekarang giliran Anda. Klik tombol forward dan sebarkan email ini ke 1-2 temanmu yang tertarik dengan cerita seperti ini. Mereka juga bisa subscribe untuk mendapatkan update di: asoca.id/newsletter. Semakin banyak disebar, semakin berkualitas konten kami.

Terakhir, saya minta tolong ambil 2 detik saja untuk reply email ini jika Anda suka dengan edisi kali ini:

  • A+ = gila topiknya bagus banget!

  • B = ya lumayan..

  • C = meh..

  • D or F = gak suka banget!

Let me know your feedback! Anda juga bisa berinteraksi dengan saya di grup Telegram.

Stay safe,

William