😇 Sulitkah Mengucapkan Maaf?

Hi,

Edisi kali ini saya ingin membahas kata maaf. Tapi sebelum itu saya mau mengumumkan sesuatu.

Saya minta tolong kepada teman-teman untuk berpartisipasi dalam Survei Kondisi Kesehatan Mental Karyawan di Indonesia yang Asoca adakan. Kami ingin mengungkapkan kondisi kesehatan mental karyawan yang sekarang terjadi dan nantinya akan disebarkan kepada perusahaan sebagai bagian dari campaign #workhardmentalsehat.

LINK SURVEI

Saya juga menyediakan 2 voucher ✨grabfood sebesar✨ 100k untuk partisipan yang beruntung! Mohon bantuannya yah 🙏


Semua orang pasti pernah menyakiti kita. Teman terdekat, orang tua, pasangan, bahkan orang asing. Kadang sakitnya kecil dan tak terasa, namun juga bisa kejam dan membekas.

Kita sudah mencoba apapun untuk melewatinya. Memaafkan salah satunya. Namun semuanya terasa susah. Gak adil. Kita gak salah. Kenapa kita harus maafin duluan? Kenapa kejadiannya bertahun-tahun yang lalu, sakitnya masih sampai sekarang.

Tidak ada orang yang sempurna. Seorang kaisar romawi yang notabene orang paling berkuasa, Marcus Aurelius juga bukan seorang ayah yang sempurna. Namun kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dalam memaafkan.

Saya pernah menjadi anak yang merasa dikhianati orang tua. Tidak ada yang mendukung saya di rumah. Semua perhatian dan kasih sayang tembus dan tidak menempel karena saya iri, dengki, dan membandingkan orang tua saya dengan orang tua lain.

Saya tumbuh menjadi anak yang skeptis dengan perkataan orang tua. Merasa paling benar. Sombong. Congkak. Merasa dunia tidak adil dan jadi kurang bersyukur.

Namun saat mulai kerja dan merasakan keras nya hidup. Saya mengerti banyak keputusan yang diambil orang tua. Saya merasa bersalah karena telah menduga dan mengecap jelek. Namun rasanya pengalaman saya cukup lazim di kalangan anak remaja tanggung. Emang sok iye.

Satu hal yang saya pelajari.

Berpikir positif itu susah apalagi kalau kita hanya mikir diri sendiri. Aku. Aku. Aku.

Pengalaman saya diatas hanyalah contoh. Namun memaafkan adalah sebuah proses yang dimulai dari menyadari tidak ada orang yang sempurna. Semua orang pasti salah. Dan mulai menyadari bahwa dunia tidak berputar disekitar kita saja.

Memaafkan tidak akan terjadi begitu saja. Itu harus dilatih dan menempel ke diri sendiri. Dan Anda bisa mulai hari ini.


OK, segitu dulu sharing minggu ini.

Sekarang giliran Anda. Klik tombol forward dan kirimkan email ini ke 1-2 teman yang tertarik dengan cerita seperti ini. Mereka juga bisa subscribe untuk mendapatkan update di: asoca.id/newsletter. Bantuan Anda menyebarkan newsletter ini bisa meningkatkan kualitasnya!

Terakhir, saya minta tolong ambil 2 detik saja untuk reply email ini jika Anda suka dengan edisi minggu ini:

  • A+ = gila topiknya bagus banget!

  • B = ya lumayan

  • C = meh

  • D or F = gak suka banget!

Let me know your feedback! Anda juga bisa berinteraksi dengan saya di grup Telegram.

Stay safe,

William