🦾 Seni Berpikir Kebalikan

Cara berpikir yang tidak pernah diajarkan kepadamu

Orang-orang bijak di Instagram bilang:

Kalau mau maju harus punya plan, hidup tertata, maju kedepan!

Misalnya Anda ingin berhasil mengerjakan sebuah project. Berpikir dengan cara biasa, Anda akan menuliskan plan lalu berkhayal apa yang bisa dilakukan dari step nol sampai step 100. Cara yang sangat optimis bukan?

Ini fase-fase yang biasa disebut “honeymoon period”. Mirip pasangan baru menikah, semuanya terlihat indah. Rencana tentu optimis. Tapi namanya juga periode, setelah lewat baru disiram sama realita hidup.

Seberapa efektif sih berpikir kedepan dengan optimis? kadang hal yang terjadi diluar dugaan dan Anda jadi tidak termotivasi. Mari saya kenalkan dengan cara berpikir yang berbeda: Berpikir Kebalikan

Apa itu Berpikir Kebalikan?

Apakah berpikir kebalikan itu artinya kita tidak berpikir? Tentu tidak.

Berpikir kebalikan adalah berusaha membayangkan hal terburuk yang bisa terjadi di hidup. Tujuannya agar Anda tidak terlena dalam honeymoon period dan tetap objektif melihat masalah maupun peluang. Anda pasti bias melihat sesuatu yang super negatif, maupun super positif.

Berpikir kebalikan bukan hanya berkonotasi negatif. Namun bisa digunakan saat Anda terpapar sebuah masalah besar, coba berpikir kebalikan dan lihat apa yang bisa diambil dari sana.

Sebagai contoh ya, tujuan hidup Anda adalah menjadi manusia yang bahagia. Gak muluk-muluk. Dengan cara berpikir biasa mungkin Anda mendefinisikan bahagia sebagai punya uang cukup, keluarga sehat, bisa liburan setahun sekali. Simpel.

Namun apakah itu menjamin Anda akan bahagia? bisa didebat. Saya sering melihat orang-orang yang tadinya bilang hal diatas membuat ia bahagia, ternyata tidak loh. Masih ada juga masalah dalam hidupnya.

Coba kita terapkan berpikir kebalikan. Dibanding membayangkan cara bahagia, coba Anda putar sedikit tujuan Anda. Tuliskan faktor-faktor yang bisa membuat Anda tidak bahagia, lalu buat rencana agar menghindari hal-hal tersebut.

Misalnya hal yang membuat saya tidak bahagia:

  • Harus ke kantor setiap jam 8 pagi dan pulang jam 6 malam

  • Menghabiskan uang untuk bersosialisasi saat weekend dengan teman yang tidak terlalu akrab

  • Badan yang ringkih karena overwork

Rencana saya agar menghindari ketidakbahagiaan tersebut misalnya: dalam 3 tahun kedepan harus bisa cari pekerjaan yang tidak perlu rutin ke kantor, atau melewati commute. Hanya menghabiskan waktu dan uang bersama sahabat dekat. Lebih sering berolahraga.

Berpikir kebalikan membuat Anda lebih fokus dalam menentukan prioritas hidup. Prioritas hidup dengan menghindari hal-hal yang tidak Anda sukai. Namun berpikir kebalikan juga bisa dipakai untuk semua aktivitas seperti misalnya:

  • Sedang mengerjakan project? daripada berpikir bagaimana project tersebut berhasil, coba mulai dengan identifikasi apa yang bisa membuat project tersebut gagal dan mitigasi risiko tersebut

  • Sedang ingin investasi? daripada berpikir mau invest di saham atau bitcoin, lebih baik identifikasi peraturan jangka panjang agar Anda tidak kehilangan uang di investasi.

Selalu berpikir dari dua arah, kedepan dan kebelakang.


OK segitu dulu sharing kali ini,

Sekarang giliran Anda, saya butuh respon Anda untuk 3 hal yaitu:

  • Saya membuka open consultation untuk diskusi karir, produktivitas, dan lainnya. Balas email ini dengan pertanyaan Anda. Be brief and concise~

  • Suka dengan email ini? Ajak dua teman Anda untuk subscribe di asoca.id/newsletter dan follow Twitter saya untuk mendapat update terbaru

  • Terakhir, saya minta tolong ambil 2 detik untuk klik ❤️love❤️ dibawah jika Anda menyukai edisi kali ini 👇👇👇

Salam hangat,

William Jakfar

Founder of Asoca 

P.S. Join grup private telegram Asoca disini