🤓 Rahasia Karir Mulus

Karir itu seperti jalan berbatu dan gelap. Sudah ada peta tapi masih bisa tersesat. Sudah keliatan arahnya tetapi masih bisa tersandung. Mau maju takut, mundur tanggung. Seperti semua pilihan selalu ada risiko.

Kalau diibaratkan seperti naik mobil. Risiko naik mobil selalu ada. Entah itu disenggol motor, ditilang, sampai kecelakaan parah. Makanya naik mobil ada aturannya:

  • Harus punya sim

  • Pake seatbelt

  • Mematuhi rambu-rambu lalu lintas

Naik mobil yang fungsinya membawa Anda ke suatu tempat aja bisa dipikirin caranya biar aman, tentram dan mulus. Dipikirin undang-undangnya. Disediakan orang yang patroli. Tentu karir Anda pun bisa dipikirin supaya mulus, bukan?

Risiko dan Kesempatan

Kapan sih Anda dibilang karirnya sedang mulus? coba ingat-ingat. Apakah saat mendapatkan promosi? atau pindah ke perusahaan yang bonafide. Tentu jarang saya mendengar karir mulus terasosiasi dengan kerjaan yang itu-itu aja, atau sebuah kegagalan.

Karir dibilang mulus saat Anda mendapatkan pengakuan dari pihak eksternal. Namun terkadang hasil ini bukan tanpa perjuangan. Tenaga, uang, waktu bahkan mungkin sampai darah dicurahkan untuk mendapatkan posisi itu. Ada yang gak pernah weekend, ada yang dikucilkan teman, dan sebagainya.

Hasil yang bagus tentu datang dari mengambil risiko dan kesempatan yang ada. Dalam setiap kesempatan selalu ada risiko. Begitupun sebaliknya dalam setiap risiko ada kesempatan.

Risiko yang tinggi bisa berbuah karir yang lebih mulus di masa depan. Karena Anda mengambil cara yang tidak umum. Misalnya berusaha bekerja untuk mengasah skill agar bisa pindah ke posisi senior di kantor besar. Bukan tidak mungkin. Namun risikonya tinggi. Anda bisa gagal.

Cara Memuluskan Karir

Enggak, saya gak akan bahas ilmu hitam. Memuluskan karir datang dengan memahami cara mengelola risiko itu sendiri. Melihat risiko sebagai alat yang bisa dimanfaatkan bukan untuk dhindari.

Cara mengelola risiko dalam karir adalah dengan mempersiapkan diri dengan perubahan. Kesempatan akan datang, namun yang pasti datang adalah perubahan. Anda bisa lebih adaptif dan mulus dalam karir jika melihat perubahan sebagai teman.

Coba terus, coba lagi, lagi dan lagi. Syarat pertama untuk bisa siap selalu mencoba adalah mengurangi dampak dari risiko yang bisa muncul. Seperti anak kecil diatas, baju nya sesek banget sampai sampai kalau jatuh tidak kerasa. Menggemaskan tapi sangat pintar.

Dalam konteks karir bagaimana sih cara mengurangi dampak dari risiko? Apa seatbeltnya nih? coba jawab pertanyaan ini:

  • Jika saya dipecat besok, apakah saya masih bisa hidup layak?

  • Jika pekerjaan saya tidak relevan minggu depan karena digantikan robot, apa yang akan saya lakukan?

  • Jika besok ekonomi krisis, bagaimana cara saya bertahan?

Jika Anda bisa menjawab sebagian pertanyaan diatas, Anda sudah lebih kuat dalam menghadapi perubahan dan mendapatkan karir yang mulus. Anda bisa lebih siap mengambil risiko karena tahu keputusan yang bisa diambil dan harus diambil.

Avoiding Stupidity is Easier than Seeking Brilliance

Farnam Street