😱 Obsesi Doa Orang Indonesia

Hi, balik lagi ke edisi newsletter Asoca.

Gimana weekendnya? semoga senin ini lebih baik dari minggu lalu ya. Saya ingin memulai minggu ini dengan membahas obsesi doa semua orang Indonesia, minta lebih-lebih-dan-lebih.

Secara bawah sadar, kita selalu berdoa meminta agar bisa lebih dan lebih. Lebih banyak rejeki, lebih sehat, dan lebih sukses. Beberapa doa nya dikabulkan, yang lainnya mungkin belum dikabulkan.

Salah? tentu enggak. Namun apakah efektif? tidak tahu juga. Doa berkerja dengan sangat misterius dan membuat kita takjub dengan keberadaannya. Namun pernahkah berpikir untuk meminta kurang-kurang-dan-kurang?

Mengurangi meeting, mengurangi makan diluar, atau bahkan mengurangi teman.

Konsep hidup itu kadang kita mendapat lebih, kadang kita dikurangi. Kalau mendapat lebih sering kali diluar kontrol karena kita meminta apa yang belum dimiliki. Minta rejeki lebih artinya rejekinya belum ada sebelumnya.

Namun mengurangi artinya kita telah memiliki tersebut dan melepaskannya. Misalnya mengurangi income. Anda punya kontrol terhadap hal tersebut. Walaupun tidak disarankan yaaaa.

Menariknya, mengurangi sesuatu tidak menjadikan Anda kekurangan. Seringkali malah membuat Anda menghargai dan menjaga apa yang telah dimiliki. Mengurangi belanja-belanja mungkin membuat Anda jadi menghargai uang dan bisa punya banyak rejeki. Mengurangi makan diluar mungkin membuat Anda menghargai kesehatan dan menjadi lebih sehat. Mengurangi bermain dan fokus ke pengembangan diri mungkin membuat Anda berpeluang sukses lebih tinggi.

Berangkat dari pengalaman sendiri pun saya merasa telah menemukan banyak hal baru di masa pandemi/WFH karena mengurangi banyak hal. Saya mengurangi bepergian ke kantor dan jadinya bisa lebih lama berinteraksi dengan orang tua. Saya mengurangi makan diluar dan jadinya lebih sehat. Saya mengurangi pergi ke gym, jadi saya harus belajar disiplin olahraga.

Kadang kuncinya bukan cuma meminta lebih, tapi tahu apa yang harus dikurangi. Walaupun ada hal yang gampang dikurangi dibanding hal-hal lainnya, namun Anda patut bertanya:

Apa hal yang bisa dikurangi untuk mendapatkan manfaat lebih?


OK, segitu dulu sharing kali ini.

Sekarang giliran Anda. Klik tombol forward dan sebarkan email ini ke 1-2 temanmu yang tertarik dengan cerita seperti ini. Mereka juga bisa subscribe untuk mendapatkan update di: asoca.id/newsletter. Semakin banyak disebar, semakin berkualitas konten kami.

Terakhir, saya minta tolong ambil 2 detik saja untuk reply email ini jika Anda suka dengan edisi kali ini:

  • A+ = gila topiknya bagus banget!

  • B = ya lumayan..

  • C = meh..

  • D or F = gak suka banget!

Let me know your feedback! Anda juga bisa berinteraksi dengan saya di grup Telegram.

Stay safe,

William Jakfar