💵 Mendapatkan High Income Skills

Edisi kali ini saya ingin menjawab pertanyaan dari salah satu member Telegram.

Saya mendapatkan pertanyaan ini pada hari sabtu yang lalu. Pertanyaannya cukup menarik dan saya kepikiran untuk menjawab dengan format yang lebih panjang.

By the way kalau Anda adalah pembaca baru, jangan lupa subscribe dengan klik tombol dibawah ini.

Let me tell you about my story.

Saya bisa dibilang bekerja di bidang yang dianggap high-income skills sekarang, yaitu digital marketing. Hampir semua media bilang kalau digital marketing itu the future, peluang kerja tinggi dan lain sebagainya.

Yang menarik adalah saat saya masih kuliah di tahun 2012, gak ada yang ngomongin digital marketing.

Mimpi anak lulusan pada jaman saya pun belum kepikiran mau belajar digital marketing. Boro-boro digital marketing, booming startup aja masih belum terlalu kerasa saat saya lulus di 2016.

Jurusan yang masih diagung-agungkan saat saya kuliah masih berhubungan dengan energi, seperti jurusan tambang, perminyakan, dll.

Fast-forward di jaman sekarang, sektor energi sedang turun pamornya. Tidak banyak membuka peluang kerja baru seperti saat dimasa jayanya. Ada beberapa teman dekat yang saya kenal, beralih profesi untuk bekerja di industri konvensional. Padahal mimpinya adalah kerja di offshore dan mendapatkan puluhan juta per bulan.

Jadi apa yang bisa ditarik?

Satu hal yang saya pelajari. Kalau ngikutin trend high-income skills itu kadang harus cukup bijak. Kita gak bisa liat itu hanya sekedar skill yang menghasilkan uang saja karena ada komponen trendnya.

Kayak jaman sekarang kalau ikutan main saham karena FOMO trus nyangkut. Anda gak tau kan posisi belinya itu udah posisi ideal apa bentar lagi turun. Namanya juga trend.

Sektor energi saat saya baru mulai kuliah lagi jaya-jaya nya banget, tetap bisa sunset. Saya sendiri gak prediksi kalau digital marketing akan segede ini karena awalnya memang tidak sepopuler itu.

Pastikan kalau memang Anda mau memanfaatkan trend tersebut, Anda bisa memanfaatkan itu dengan segera. Alias punya kapabilitas untuk mengakuisisi skill dengan cepat.

Misalnya sekarang lagi ngetrend banget nih tentang data science. Apakah Anda bisa mengakuisisi skill data science dalam 6 bulan kedepan? mungkin Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari trend tersebut.

Lantas bagaimana kalau tidak bisa?

Ini yang saya lakukan. Cara yang menurut saya cocok dengan diri sendiri.

Saya mencari apa yang saya sukai, namun tahu trend global mengarah kemana. Di kasus ini saya tahu bahwa dunia akan berubah menjadi lebih terhubung dengan digital.

Jadi apapun trend yang datang, saya tetap diuntungkan karena ada gerakan makro yang tetap saya ikuti.

Jadi saya melakukan explorasi tentang apa bagian dari trend digitalisasi yang ingin saya masuki. Kebetulan salah satu yang masih nyambung dengan kuliah waktu itu adalah digital marketing.

A post shared by William Jakfar (@williamjakfar)

Saya pernah share ini di Instagram. Cara mendapatkan penghasilan adalah mencocokan kemampuan diri sendiri, dengan keinginan pasar, dan membedakan diri dengan kompetitor.

Jadi kalau dibedah:

  1. Keinginan pasar
    Semua proses diubah menjadi digital. Termasuk marketing.

  2. Kemampuan saya
    Saya mengerti marketing karena belajar di kuliah. Saya punya akses ke Youtube, Google, dan lain sebagainya untuk belajar otodidak. Dan saya punya kemampuan belajar otodidak.

  3. Kompetitor
    Ini saya umpamakan orang lain yang seumuran dengan saya. Waktu itu sedikit sekali orang yang terjun ke digital marketing.

Tiga lingkaran ini bisa dipakai di apapun. Kalau rumusnya udah lengkap rasanya gak jauh dari high-income skills. Tapi ada satu komponen yang jangan terlupa.

Pentingnya Bahan bakar

Selain tips diatas, menurut saya faktor yang cukup penting adalah bahan bakar diri sendiri. Seberapa lama kita bertahan untuk menjalankan hal tersebut dan apa bahan bakarnya?

Misalnya bahan bakar mu adalah uang. Saya akan tetap menekuni bidang tersebut selama masih ada uang disana. Gak salah. Saya kenal banyak orang seperti ini dan wajar-wajar saja jujur ke diri sendiri.

Atau misalnya bahan bakar mu adalah bidang yang tidak bisa dilakukan orang lain. Ada kepuasan saat Anda bisa melakukan sesuatu yang dianggap mustahil. Selama hal tersebut masih memuaskan maka Anda akan tetap bertahan.

Kenapa bahan bakar itu penting? karena kita gak tau kapan trend ini akan turun dan mungkin nanti naik lagi. Seperti wanita hebat bernama Hamilton Bennett yang menemukan cara melawan virus corona karena ia telah meriset tehnik tersebut bertahun-tahun sebelum corona ada. Semua orang menselebrasi karena ia menjadi kaya raya dengan Moderna, namun bayangin apa yang terjadi kalau dunia kena global-virus 20 tahun lagi. Apakah Anda masih bertahan?

High income skills akan datang dengan sendirinya jika Anda memang terbaik dibidangnya, tekun, dan tetap menyesuaikan diri dengan trend global.


OK, segitu dulu sharing minggu ini.

Sekarang giliran Anda. Klik tombol forward dan kirimkan email ini ke 1-2 teman yang tertarik dengan cerita seperti ini. Mereka juga bisa subscribe untuk mendapatkan update di: asoca.id/newsletter. Bantuan Anda menyebarkan newsletter ini bisa meningkatkan kualitasnya!

Terakhir, saya minta tolong ambil 2 detik saja untuk reply email ini jika Anda suka dengan edisi minggu ini:

  • A+ = gila topiknya bagus banget!

  • B = ya lumayan

  • C = meh

  • D or F = gak suka banget!

Let me know your feedback! Anda juga bisa berinteraksi dengan saya di grup Telegram.

Stay safe,

William