😡 Cara Menghadapi Bos A$$hole!

Hi, kali ini saya ingin membahas cara menghadapi bos yang a$$hole. Tapi sebelum itu saya mau mengumumkan 2 event penting bulan ini:

  1. Pendaftaran Workshop “Lebih Produktif dengan GTD” tinggal 2 minggu lagi.
    Buat yang produktivitasnya turun saat WFH pas banget belajar GTD! Kalau daftar berdua dapet diskon 25% loh. Klik disini.

  2. Bantu isi Survei Kondisi Kesehatan Mental Karyawan di COVID-19
    Hasil survei akan dijadikan report untuk mengajak perusahaan aware dengan #workhardmentalsehat. 2 orang pengisi beruntung akan mendapatkan 💵 voucher grab food 100k 💵. Partisipasi sekarang.


Asal Usul Bos

Saya dulu diberi tahu kalau kerja, konsumen kita ada dua: konsumen beneran sama Bos. Kalau gak berhubungan langsung sama konsumen, ya satu doang konsumennya, Bos Anda.

Saya pernah nulis tentang chat bos jam 12 malam. Kalau chat bos jam 12 malam mungkin Bos nya gak berharap dibales saat itu juga. Masih manusia lah. Namun topik kali ini agak berbeda.

Kalau Bos berharap dibales gimana?

Atau seperti judul email ini, gimana cara menghadapi Bos yang beneran asshole?

Disini saya coba berikan beberapa poin tentang menghadapi Bos seperti itu:

Validasi Dulu Deh

Ini tips dari artikel sebelumnya. Pastikan orang yang nyebelin itu memang beneran nyebelin. Ada beberapa cara untuk memastikannya yaitu:

  • Apakah dia nyebelin ke Anda saja atau ke semua orang?

  • Apakah dia nyebelin dari dulu atau baru-baru ini?

  • Apakah dia nyebelin terhadap hal-hal tertentu atau semua hal?

Penting disadari kalau kadang kita juga agak lebay. Misalnya poin nyebelin ke hal-hal tertentu. Saya menganggap bahwa Bos saya nyebelin karena telah mengkritik kerjaan, tapi ternyata itu saya yang baperan. Emang tugas dia mengkritik. Kecuali semua hal di hidup saya dikritik tanpa konteks.

Validasi penting buat memastikan penilaian Anda.

Amati Baiknya

Shit happens. Ada orang yang marah-marah di lift dan gak sengaja nyolot ke Anda. Atau kena macet dijalan. Secara refleks Anda merasa itu gak adil dong. Wajar lah.

Namun walaupun itu wajar, bukan berarti hal tersebut adalah hal yang benar. Kalau kena semprot Bos, jangan kasih makan amarah di dalam diri. Anda bisa memilih antara marah atau tenang, takut atau berani, sengsara atau senang. Pilih emosi yang lebih produktif.

Tarik nafas dalam-dalam dan tetap tenang. Jangan buang energi untuk hal yang buruk.

Lebih mudah mana: menang debat melawan Bos yang ngamuk atau menenangkan diri sendiri?

Mencoba Berempati

Salah satu trik yang bisa digunakan adalah berempati. Coba dulu deh. Respon si Bos ke Anda gak bisa diatur, tapi opini Anda terhadap doi bisa.

Inget gak kalau pas kecil ada orang tukang bully, ternyata rumahnya gak harmonis. Mirip-mirip cerita sinetron lah. Itu bisa jadi kejadian nyata loh.

Gimana kalau Anda coba berempati dan rasakan dari sisi Bos. Mungkin ia sedang ditekan oleh atasannya juga? Mungkin keluarganya sedang tidak harmonis?

Walau terasa klise, cara menghadapi orang-orang asshole adalah memaklumi bahwa mereka punya masalah sampai harus mengekspresikan emosi sedemikian rupa.

Karir Anda Bukanlah Hidup Anda

Anggap lah Anda salah. Bosnya asshole, tapi ada benernya. People make mistake all the time. Tapi ingat bahwa kesalahan ini tidak membuat nilai diri Anda turun.

Anda masih punya opsi, untuk belajar dari kesalahan atau kabur dari kesalahan tersebut.

Ingat bahwa karir itu bukan satu-satunya aspek hidup. Masih ada keluarga, hobi, pasangan, dan lain-lain. Satu kesalahan tidak membuat hidup Anda berantakan kok.

Tetap tenang

Kondisi ekonomi sedang jelek. Kondisi keluarga orang lain mungkin belum sempurna. Sifat yang perlu diasah di jaman ini adalah gak baper. Dunia gak berputar di diri sendiri aja.

Jangan biarkan apapun yang terjadi diluar diri sendiri membuat Anda down. Di semprot lah, dimarahin lah, dan segala macam adalah feedback yang harus disortir. Mana yang baik, mana yang buruk, mana yang tidak perlu dilihat. Semoga bermanfaat!