✖️ Apa Prioritas Lo Sih?

Hari sabtu (27/02), saya mendapatkan pertanyaan dari salah satu peserta workshop “Lebih Produktif dengan GTD” bersama teman-teman luar biasa berikut.

Titipan Pertanyaan Prioritas

Ada satu pertanyaan yang menarik saat menjelaskan tentang Eisenhower Matrix yaitu:

Gimana cara tau kerjaan nya penting atau enggak ya? ujar salah satu peserta.

Konteksnya adalah: penting menurut saya belum tentu penting menurut orang lain, klien, atasan, bos dan sebagainya. Jadi pentingnya cara tau kerjaannya penting bagaimana?

Eisenhower Matrix itu matrix yang memecah kerjaan menjadi 4 kuadran seperti dibawah:

Kuadran dibagi dari 2 variabel yaitu level kepentingan dan level urgency. Jadi Anda harus menentukan apakah sebuah tugas itu penting atau tidak penting dan urgent atau tidak urgent. Intinya bikin prioritas

Pertanyaan tentang prioritas selalu menjadi pertanyaan yang berat karena tidak ada jawaban benar dan salah. Semua tergantung. Apakah jawaban yang benar hari ini akan benar esok? belum tentu juga.

Contohnya bertemu dengan teman di kala pandemi mungkin bukan jadi prioritas buat orang seperti saya. Level prioritasnya paling rendah. Namun buat orang lain, bertemu dengan teman prioritasnya sangat tinggi karena menyangkut kesenangan pribadi. Anda bisa mendapatkan energi dari sana.

Satu kegiatan, dua perspektif. Aktivitasnya mirip namun beda inisiatif. Balik lagi ke prioritas sendiri.

Framework seperti Get Things Done dan Eisenhower Matrix dapat disesuaikan kondisi pribadi dengan batasan-batasan. Misalnya inti dari Eisenhower Matrix adalah:

  1. Melakukan pencatatan semua tasks dan membaginya menjadi 4 quadrant

  2. Tapi tidak ada batasan antara mana kuadran yang lebih bagus dari lainnya. Penilaian dikembalikan kepada masing-masing.

Empati terhadap orang lain

Karena kita tahu prioritas saya dan orang lain berbeda walaupun pekerjaannya sama, maka cara pandang Anda pun bisa lebih luas. Misalnya coba maklumi orang lain yang melakukan kesalahan di pekerjaan karena Anda tidak punya informasi penuh tentang prioritasnya.

Mungkin ada cerita lain dari seorang teman kita yang suka telat ngantor, atau ada cerita lain dari teman kita yang jarang sekali bergaul dengan anak kantor. Prioritas orang berbeda-beda dan hanya mengetahui kegiatan seseorang pun belum tentu menggambarkan prioritasnya, bukan?

Di balik itu semua, Anda tidak bisa mengatur sepenuhnya prioritas orang lain. Dan Anda tidak boleh membiarkan orang lain mengatur prioritas Anda. Fair. Menegor boleh namun ingat fakta bahwa tegoran Anda akan efektif jika tebakan Anda benar.

Prioritas Selalu Berubah

Prioritas pasti berubah. Ini adalah sesuatu yang saya pelajari belakangan ini. Ada fasenya Anda senang sekali bekerja, namun ada fasenya Anda merasa work-life balance penting. Itu wajar dan memang seperti itu lah prioritas.

Saat sekolah mungkin teman rasanya paling penting. Circle nomor satu. Namun menjelang umur 25 kok rasanya teman semuanya menghilang dan keluarga yang tetap ada? Prioritas sudah berubah.

Prioritas yang sekarang tersedia pun akan berubah lagi nanti. Manfaatkan momentum sekarang sebaik-baiknya. Pilih prioritas yang paling penting dihidup Anda. Mau itu keluarga, hubungan, uang dan lainnya.


OK, segitu dulu sharing kali ini.

Sekarang giliran Anda. Klik tombol forward dan sebarkan email ini ke 1-2 temanmu yang tertarik dengan cerita seperti ini. Mereka juga bisa subscribe untuk mendapatkan update di: asoca.id/newsletter. Semakin banyak disebar, semakin berkualitas konten kami.

Terakhir, saya minta tolong ambil 2 detik saja untuk reply email ini jika Anda suka dengan edisi kali ini:

  • A+ = gila topiknya bagus banget!

  • B = ya lumayan..

  • C = meh..

  • D or F = gak suka banget!

Let me know your feedback! Anda juga bisa berinteraksi dengan saya di grup Telegram.

Stay safe,

William